Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental

menullisMenulis bisa membuat gila? Lalu untuk apa menulis?

Bagi sebagian orang, menulis dianggap membosankan. Buang waktu hanya untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca, disukai atau dinikmati orang lain. Sah-sah saja sih berpendapat seperti itu karena tiap orang punya kepentingan dan keinginan yang berbeda dengan menulis. Bagi yang telanjur menganggap menulis itu gak penting, luangkan sedikit waktu untuk sekedar merenung : apa arti tulisan dan mengapa orang mau menulis bahkan bisa menulis. Alasannya pasti beragam, mulai dari sekedar hobi, mengembangkan bakat (alih-alih jadi bakat ku butuh…), kepuasan mengekspresikan pikiran dan perasaan, tuntutan pekerjaan dan yang paling “menjual” bisa mempengaruhi dan mengubah pikiran orang lain atau menginspirasi orang lain. Apa sebenarnya yang menarik dari kegiatan menulis? Adakah manfaat menulis untuk kesehatan mental kita?
Menulis ternyata memiliki banyak keunikan dan manfaat. Keunikan menulis akan dirasakan ketika kita menikmati kegiatan itu ( mungkin saya termasuk orang yang sangat menikmati kegiatan menulis). Keunikan pertama dari kegiatan menulis bisa tercermin lewat kepuasan batin bahkan memberikan pengaruh bagi pola hidup si penulis.  Secara aktivitas, menulis memang membutuhkan waktu yang kadang-kadang tak sedikit. Bisa berjam-jam, berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Apalagi jika tulisan yang dibuat bersifat riset ilmiah atau sebuah discovery, waktu yang dibutuhkan bisa bertahun-tahun. Namun, proses itu akan terasa begitu berharga ketika hasil itu diapresiasi dan memberi banyak manfaat. Sebuah kepuasan yang tidak terbeli dengan nilai material. Kepuasan batin ini akan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi mental si penulis. Misalnya, bisa memotivasi kreativitas dan rasa percaya dirinya untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik.

Keunikan lain dari  menulis ialah bisa membuat gila. Mengapa? karena menulis itu memerlukan ide, masalah dan tujuan. Orang bisa menjadi gila baca dan gila pengetahuan untuk mendapatkan inspirasi bagi tulisannya; gila-gilaan mengasah imajinasi untuk menemukan ide-ide gila dan mengembangkan cerita pada tulisannya. Orang juga bisa segila mungkin menggali pengalaman individual dan sosial untuk menemukan masalah serta data-data pendukung tulisan; memiliki semangat, kemauan dan strategi yang gila untuk menuangkan ide, merumuskan dan mencapai tujuan dari tulisannya; serta menjadi gila kerja untuk menghasilkan karya yang luar biasa. Berkaitan dengan ini, ada sejumlah orang yang harus menulis terlebih dahulu agar ia bisa tertidur. Ini menunjukkan adanya koneksi antara kepuasan hati dengan ketenangan pikiran dengan mengekspresikan dorongan hasrat dan imajinya. Makanya, saya sebut menulis bisa membuat orang menjadi gila, maksudnya menggilai aktivitas itu.

Keunikan di atas bersimultan dengan manfaat menulis. Menulis dapat menjadi tempat menyalurkan perasaan dan pendapat yang jika disimpan bisa berdampak negatif bagi tubuh dan pikiran secara fisik dan mental. Sebagaimana diungkapkan James Pennebaker, Ph.D, dan Janet Seager, Ph.D, dalam jurnal Clinical Psychology bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut. Pikiran yang sehat tentunya akan memberi kekuatan positif pada tubuh kita. Dengan memahami ini, maka menulis bisa menjadi kekuatan dan sebuah tulisan bisa menjadi kekuatan bagi penulis bahkan pembacanya. Cobalah baca Chicken Soup dengan berbagai serinya. Kisah-kisah nyata yang begitu inspiratif dan mampu membuka cakrawala hati pembacanya. Di sanalah kekuatan sebuah tulisan berbicara. Banyak lagi tulisan-tulisan yang berkekuatan, seolah-olah memiliki daya magis yang bahkan bisa mengubah pola pikir pembacanya. Jika kita kaitkan dengan kegilaan menulis, hal ini sangat simultan. Kegilaan seperti ini tidak selalu buruk bagi mental seorang penulis, meskipun ada beberapa kejadian pada penulis novel yang memiliki kelainan psikologis karena terpengaruh tulisannya sendiri. Sebagaimana penemuan Pennebaker, tidak sedikit pasien penderita trauma mengalami kesembuhan setelah menjalani terapi menulis, sehingga dalam beberapa tahun terakhir, menulis dikembangkan menjadi media therapis oleh para psikolog dan psikiater.

Manfaat lain dari menulis ialah kita bisa menghargai data dan waktu. Joel Saltzman dalam bukunya If You Can Speak You Can Write mengungkapkan bahwa menulis tidak berhenti pada langkah pertama. Artinya, menulis tidak cukup sekali dan sekali jadi, tetapi diperlukan upaya untuk menulis kembali. Penyuntingan, revisi, dan penulisan kembali merupakan langkah penting untuk menyempurnakan hasil tulisan. Seorang penulis perlu memeriksa kembali tulisannya secara kritis dan objektif mengenai berbagai hal, khususnya dalam ketepatan pemilihan kata, contoh, dan ilustrasi, serta menghindari kesalahan dalan penyusunan kalimat. Ini menunjukkan bahwa waktu sangat berharga untuk dimanfaatkan bagi seorang penulis dan menulis membutuhkan waktu apalagi untuk menghasilkan tulisan yang memiliki kekuatan. Penghargaan atas waktu berpengaruh positif terhadap kestabilan dan kesehatan mental si penulis. Orang yang menghargai waktu merupakan orang yang mampu dan mau memanfaatkan waktu sesempit apa pun untuk kebermaknaan hidup, sehingga dengan sendirinya akan membangun mentalitas dan pola pikirnya. So, menulis itu asyik lho! terlepas dari ada tidaknya apresiasi atau opini orang lain atas tulisan kita.

Setiap diri kita adalah penulis untuk diri dan kehidupan kita karena hanya kita yang benar-benar mengerti siapa diri kita. (Nia Hidayati)


“Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental”

15 Komentar
  • uswah

    bagus bgd artikelnya.
    jazakillah…

    Comment : May 19, 2010 at 02:40
  • Mengatasi Stres pada Anak « Denishevi's Blog

    [...] dunianya, serta belajar mengendalikan emosinya dalam menghadapi masalah, dengan kondisi fisik dan mental yang lebih sehat. Lalu bagaimana cara menanggulangi atau mengatasi stres yang sudah telanjur [...]

    Pingback : June 21, 2010 at 05:16
  • Diary Penting untuk Anak « Denishevi's Blog

    [...] belajar dan berlatih mengelola emosi. Hal ini juga berarti bahwa menulis diary bermanfaat untuk kesehatan mentalnya dan bisa menjadi terapi [...]

    Pingback : July 1, 2010 at 02:36
  • Mengembangkan Bakat dan Minat « Riyantosma9yk's Blog

    [...] pengenalan dan pemahaman bakat, menumbuhkembangkan minat, sehingga kita bisa mengembangkannya agar bermanfaat untuk hidup kita. Ketiga, peliharalah kejujuran dan ketulusan. Kita harus jujur mengakui bakat yang [...]

    Pingback : August 3, 2010 at 02:52
  • udin

    luar biasa…… aku terobati karena kegialaan ini
    tulisan mu membuatku gila betul

    Comment : September 2, 2010 at 07:36
  • heri

    duh mau nulis apa lagi ya, soalnya udah banyak tulisan di website mau nulis yg unik tapi apa

    Comment : September 8, 2010 at 22:48
  • BAKAT DAN MINAT « MATERI Sy. LULU ASSAGAF

    [...] pengenalan dan pemahaman bakat, menumbuhkembangkan minat, sehingga kita bisa mengembangkannya agar bermanfaat untuk hidup kita. Ketiga, peliharalah kejujuran dan ketulusan. Kita harus jujur mengakui bakat yang [...]

    Pingback : December 19, 2010 at 23:15
  • Yadi

    Salam kenal
    Makasih infonya,
    minta izin dicopy ya…

    Comment : December 23, 2010 at 13:11
  • Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental « IKASI Online

    [...] Sumber: http://niahidayati.net/manfaat-menulis-untuk-kesehatan-mental.html [...]

    Pingback : December 23, 2010 at 13:26
  • Menjadi penulis yuk! « Dongeng tentang SERANGGA

    [...] Loh, kok bisa? Menurut para ahli, orang yang terbiasa menulis itu sehat lho. Lha iya, orang lagi punya banyak masalah, daripada dilampiaskan dengan ngejotosin orang atau memisuhi (gak karuan ngene basane rek..!) orang, kan mending dituliskan ke dalam buku harian. Anda bisa menambah masalah yang sudah parah jika dilampiaskan dengan menjotosi orang lain kan? Ingat, buku harian adalah salah satu teman yang tak mungkin protes, meskipun Anda menuliskan beribu kata tak pantas ke dalamnya. Bener gak? Nah tuh, pembaca yang suka pada bingung nglampiasin amarah…..ambil saja buku harian plus alat tulis. Dah, silakan menuliskan segala uneg-uneg di sana. Dijamin, setelah selesai, perasaan jadi plong, dan sapa tahu malah buku harian itu bisa dibeli oleh sutradara untuk dibuatkan film…^-^. Ya, siapa tahu kan? Rejeki kan gak lari ke mana kalo jodoh…. Kang Abik dan Adrea Hirata saja bisa kok. Artikel Manfaat Menulis untuk Kesehatan dapat ditilik di blog ini: http://niahidayati.net/manfaat-menulis-untuk-kesehatan-mental.html. [...]

    Pingback : March 3, 2011 at 07:18
  • Musik | mediapls2009

    [...] dengan keseharian kita dan penggunaannya sebagai terapi. Pertama, musik bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh kita karena musik ternyata bersifat terapeutik dan bersifat menyembuhkan. [...]

    Pingback : March 24, 2011 at 12:37
  • Dw.Lux

    Keren,,,,,,,,sukron katsir mbak,,,

    Comment : April 3, 2011 at 15:03
  • Ali Shodiqin

    Makalah Mbak Nia Hidayati oke banget. Saya suka mampir ke website ini. Menulis bermanfaat untuk kesehatan mental rasanya bagus. Saya coba deh! Syukron Mbak Hidayati.

    Comment : May 23, 2011 at 08:43
  • Venus

    Ijin copas ya hhehe tak buat refrensi buku ;) ok thx

    Comment : November 6, 2011 at 13:05
  • azka zhorifa

    UWO~~ akhirnya ketemu artikel ini.. syukron mba.. oh iya, izin copas ya.. supaya kalau ada yang nanya-nanya kenapa aku nulis tinggal aku sodorin aja artikel ini.. nyehehehe ^^b

    Comment : February 5, 2012 at 17:30

Komentar Anda